Jumat, 18 November 2016

penyakit imunodefisiensi elementer serta inferior; antagonisme, faktor serta contohnya

imunodefisiensi; penyakit serta abnormalitas pada skema kalis tubuh-materi ini ialah perkembangan dari bahan sebelumnya, ialah: autoimun; penyakit serta abnormalitas pada skema kalis badan. silakan perhatikan bahan sepenuhnya di bawah ini. imunodefisiensi alias imunokompromais ialah guna skema kalis yang berkurang alias enggak berperan atas bagus. guna per anggota skema kalis humoral ataupun selular alias keduanya bisa terusik bagus oleh karna congenital ataupun karna yang diterima. kondisi imunodefisiensi bisa berlangsung diakibatkan oleh beragam keadaan, antara lain dampak infeksi (aids, virus mononucleosis, rubella, serta balang), pemakaian obat (steroid, iluminasi, kemoterapi, imunosupresi, serum anti-limfosit), neoplasma serta penyakit hematologik (limfoma/hodkin, kanker darah, mieloma, neutropenia, anemia aplastik, anemia sel arit), penyakit metabolik (enteropati atas kelenyapan protein, sindrom nefrotik, diabetes mellitus, malnutrisi), guncangan serta aksi operasi (jejas bakar, spienektomi, anestesi), lupus eritematosus sistemik, serta radang hati parah. beragam jasad renik (bakteri, virus, benalu, jamur) yang terdapat di kawasan ataupun yang telah terdapat dalam badan pengidap, yang dalam kondisi biasa enggak patogenik alias ada patogenisitas kecil, dalam kondisi imunodefisiensi bisa jadi invasif serta melahirkan beragam penyakit. oleh karna itu, pengidap yang imunodefisiensi ada resiko yang lebih tinggi akan infeksi yang berawal dari badan seorang diri ataupun dengan cara nasokomial dibandingkan atas yang enggak imunodefisiensi. dengan cara garis besar imunodefisiensi dibagi dalam dua bangsa ialah imunodefisiensi congenital (elementer) serta imunodefisiensi inferior (acquired immune deficiencies). 1. imunodefisiensi kongenital imunodefisiensi kongenital alias imunodefisiensi elementer pada biasanya diakibatkan oleh abnormalitas respon kalis bawaan yang bisa berwujud abnormalitas dari skema fagosit serta aksesori alias abnormalitas dalam deferensiasi guna limfosit. penyakit dimana berlangsung abnormalitas pada guna pembunuh dari sel darah putih: a. penyakit granumaltosa parah penyakit granulomatosa parah mayoritas melanda anak laki serta berlangsung dampak abnormalitas pada sel-sel darah putih yang membuat terganggunya daya mereka buat mematikan kuman serta jamur definit. faktornya, sel darah putih enggak membuahkan hidrogen peroksida, superoksida serta barang ilmu pisah lainnya yang mendukung melawan infeksi. indikasi kebanyakan tampak pada era anak dahulu, tapi dapat pula anyar kelihatan pada baya belasan tahun. infeksi parah berlangsung pada kulit, alat pernapasan, kelenjar nuftah karet getah perca bersih, mulut, hidung serta perut muda. di sekeliling anus, di dalam tulang serta benak dapat berlangsung bengkak. kelenjar nuftah karet getah perca bersih berat melabu serta meringkai. batin serta kura melabu. kemajuan anak jadi lamban. penyembuhannya atas memberi antibiotik dapat mendukung menghindari terjadinya infeksi. injeksi gamma interferon tiap minggu dapat meletakkan insiden infeksi. pada sebagian masalah, transplantasi benak tulang berhasi memulihkan penyakit ini. penyakit dimana ada kadar antibodi yang kecil. b. x-linked agammaglobulinemia agammaglobulinemia x-linked (agammaglobulinemia bruton) cuma melanda anak laki serta adalah dampak dari penyusutan besaran alias enggak adanya limfosit b bersama amat rendahnya kadar antibodi karna ada abnormalitas pada kromosom x. anak bakal menderita infeksi alat pernapasan, sinus serta tulang, kebanyakan karna kuman (semisal hemophilus serta streptococcus) serta dapat berlangsung infeksi virus yang enggak lazim di benak. tapi infeksi kebanyakan anyar berlangsung sehabis baya 6 bulan karna sebelumnya anak ada antibodi asilum di dalam darahnya yang berawal dari ibunya. bila enggak memperoleh vaksinasi polio, kanak-kanak dapat menderita polio. mereka pula dapat menderita artritis. injeksi alias infus immunoglobulin dikasihkan selagi hidup pengidap biar pengidap ada antibodi sehingga dapat mendukung menghindari infeksi. bila berlangsung infeksi kuman dikasihkan antibiotik. anak laki pengidap agammaglobulinemia x-linked melimpah yang menderita infeksi sinus serta alat pernapasan akut serta berat menderita kanker. c. kelangkaan antibodi berhati-hati, semisal kelangkaan tulang rusuk pada penyakit ini, kadar antibodi keseluruhan ialah biasa, tapi ada kelangkaan antibodi tipe definit. yang setidaknya kerap berlangsung ialah kelangkaan tulang rusuk. terkadang kelangkaan tulang rusuk karakternya diturunkan, tapi penyakit ini lebih kerap berlangsung tanpa faktor yang nyata. penyakit ini pula dapat kelihatan dampak konsumsi fenitoin (obat kontra berkiat). beberapa besar pengidap kelangkaan tulang rusuk enggak mendapati gangguan alias cuma mendapati gangguan enteng, tapi pengidap lainnya dapat mendapati infeksi pernafasan akut serta alergi. bila dikasihkan transfusi darah, plasma alias immunoglobulin yang berisi tulang rusuk, sebagian pengidap membuahkan antibodi anti-iga, yang dapat membuat akibat alergi yang azamat kala mereka menadah plasma alias immunoglobulin selanjutnya. kebanyakan enggak terdapat penyembuhan buat kelangkaan tulang rusuk. antibiotik dikasihkan pada mereka yang mendapati infeksi iteratif. d. common variable immunodeficiency immunodefisiensi yang berubah-ubah berlangsung pada cowok serta perempuan pada baya berapapun, tapi kebanyakan anyar tampak pada baya 10-20 tahun. penyakit ini berlangsung dampak amat rendahnya kadar antibodi walaupun besaran limfosit-b nya biasa. pada sebagian pengidap limfosit t berperan dengan cara biasa, sebaliknya pada pengidap lainnya enggak. kerap berlangsung penyakit autoimun, serupa penyakit addison, tiroiditis serta arhtritis reumathoid. kebanyakan berlangsung berak air serta makanan pada saluran penghancuran enggak diserap atas bagus. injeksi alias infus immunoglobulin dikasihkan selagi hidup pengidap. bila berlangsung infeksi dikasihkan antibiotik. abnormalitas pada limfosit t. e. digeorge syndrome digeorge syndrome berlangsung dampak adanya abnormalitas pada kemajuan bakal bayi. kondisi ini enggak diturunkan serta dapat melanda anak laki ataupun anak wanita. kanak-kanak enggak ada kelenjar thymus, yang adalah kelenjar yang esensial buat kemajuan limfosit t yang biasa. tanpa limfosit t, pengidap enggak bisa melawan infeksi atas bagus. sehabis lahir, bakal berlangsung infeksi iteratif. beratnya gangguan kekuatan amat bervariasi. terkadang kelainannya berkarakter fragmentaris serta guna limfosit t bakal pulih atas sendirinya. kanak-kanak ada abnormalitas jantung serta cerita muka yang enggak lazim (telinganya lebih kecil, tulang rahangnya minim serta menjendul bersama jarak antara kedua matanya lebih bidang jebab belantara). pengidap pula enggak ada kelenjar paratiroid, sehingga kadar potasium darahnya kecil serta lekas sehabis lahir acapkali mendapati berkiat. bila keadaannya amat berat, dijalani transplantasi benak tulang. dapat pula dijalani transplantasi kelenjar thymus dari bakal bayi alias anak anyar lahir (bakal bayi yang mendapati abortus). terkadang abnormalitas jantungnya lebih berat dari abnormalitas kekuatan sehingga harus dijalani operasi jantung buat menghindari batal jantung yang berat serta ajal, pula dijalani aksi buat membasmi rendahnya kadar kalsium dalam darah. f. kandidiasis mukokutaneus parah kandidiasi mukokutaneus parah berlangsung dampak buruknya guna sel darah putih, yang membuat terjadinya infeksi jamur candida yang berdiam pada anak alias berumur belia. jamur ini dapat membuat infeksi mulut (thrush), infeksi pada kulit kepala, kulit, serta cakar. penyakit ini kira-kira lebih kerap ditemui pada anak wanita serta beratnya bervariasi. sebagian pengidap mendapati radang hati serta penyakit alat pernapasan akut. pengidap lainnya ada abnormalitas endokrin (serupa hipoparatiroidisme). infeksi dalam oleh candida sedikit berlangsung. kebanyakan infeksi dapat diobati

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar